Saturday, 15 March 2014

Kegemilangan Islam Dalam Bidang Kimia Dan Teknologi Senjata.


pertempuran islam





                                                           Jabir ibnu hayyan                                                                
             
         
                                                                                                           
Menguasai teknologi persenjataan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam pada masa kegemilangan menjadi begitu ampuh . Selain kemahiran dalam seni pembuatan pedang , dunia Islam  mampu menggenggam teknologi pembuatan serbuk peledak - bahan letupan yang digunakan untuk meriam . Sesuatu yang baru diketahui peradaban Barat pada abad ke - 14 M.

Walaupun begitu, sejumlah pakar bersepakat bahawa serbuk peledak ( gunpowder ) pertama kali dijumpai peradaban China pada abad ke - 9 M. Namun , fakta sejarah juga menyebutkan bahawa ahli kimia Muslim bernama Khalid bin Yazid ( wafat tahun 709 M ) sudah mengenal potassium nitrat ( KNO3 ) bahan utama pembuat peledak pada abad ke - 7 M. Dua abad lebih  ,awal dari China .

" Formula dan ramuannya boleh didapati dalam karya - karya Jabir Ibnu Hayyan ( wafat tahun 815 M ) , Abu Bakar Al - Razi ( wafat tahun 932 ) dan ahli kimia Muslim lain , " kata Prof Al - Hassan . Dari abad ke abad , istilah potasium nitrat di dunia Islam selalu tampil dengan pelbagai nama seperti natrun , buraq , milh al - Ha'it , Shabb Yamani , serta nama lain .

Salah satu kelebihan tamadun Islam berbanding China dalam penguasaan teknologi pembuatan peledak adalah proses pemurnian kalium nitrat . Sebelum boleh digunakan secara berkesan sebagai bahan utama pembuatan peledak , kata Al - Hassan , potasium nitrat harus dimurnikan terlebih dahulu .

Ada dua proses pemurnian potasium nitrat yang disenaraikan dalam naskah berbahasa Arab . Proses penapisan yang pertama dicetuskan Ibnu Bakhtawaih pada awal abad ke - 11 M. Dalam kitab yang ditulisnya berjudul Al - Muqaddimat yang disusun pada tahun 402 H/1029 M , Ibnu Bakhtawaih menjelaskan tentang pembekuan air dengan menggunakan kalium nitrat - yang disebut sebagai Shabb Yamani .

Proses pemurnian potasium nitrat juga termaktub dalam buku berjudul Al - Furusiyyah wa Al - Manasib Al - Harbiyyah karya Hasan Al - Rammah - saintis Muslim pada abad ke - 13 M. Dalam karyanya itu , Al - Rammah menjelaskan proses pemurnian potasium nitrat secara keseluruhan. " Prosesnya purifikasi yang disusun Al - Rammah menjadi standard baku yang dapat kita temukan dalam pelbagai risalah ketenteraan , " tambah Prof Al - Hassan .

Al - Rammah menjelaskan secara terperinci dan jelas tentang proses pemurnian kalium nitrat . Kaedah pembuatan kalium nitrat ini kerap dituntut peradaban Barat sebagai penemuan Roger Bacon . Namun tuntutan itu dipatahkan sendiri oleh saintis barat bernama Partington . " Proses pembuatan saltpetre - nama lain potasium nitrat - pertama kali diketahui dari Hasan Al - Rammah .

Prof Al - Hassan mencari fakta bahawa potasium nitrat begitu banyak digunakan pada saat meletusnya Perang Salib . Pada tahun 1249 M , Raja Louis IX dari Perancis melancarkan Perang Salib VII . Pasukan tentera Perang salib dari Perancis berniat menyerbu Mesir . Dalam Pertempuran Al - Mansurah yang meletus tahun 1250 M , pasukan tentera Salib dibuat kucar - kacir oleh pasukan Muslim .

Bahkan , Raja Louis IX pun dikalahkan dan ditahan kerana tak mampu menghadapi kehebatan  meriam dan roket . Pada saat itu , pasukan Muslim sudah menggunakan serbuk peledak sebagai bahan letupan meriam . Jean de Joinville , salah seorang perwira tentera Perang Salib , menjelaskan dengan betapa hebatnya kesan peluru yang ditembakkan meriam tentera Muslim terhadap pasukan tentera Perancis .

Kalangan sejarawan menafsirkan kesaksian Joinville itu . Menurut para sejarawan , peluru yang dijelaskan Joinville itu pastilah mengandungi serbuk peledak . Kehebatannya mampu membuat kucar - kacir pasukan tentera Salib . Lembaga Angkasa Amerika Syarikat ( NASA ) dalam penerbitan mengenai sejarah roket juga mengakui teknologi tentera dunia Islam di abad ke - 13 M.

" Pasukan tentera Muslim melengkapi persenjataannya dengan roket yang ditemui sendiri . Ketika Perang Salib VII mereka menggunakannya untuk melawan pasukan Perancis yang dipimpin Raja Louis IX . " Dua dekad berikutnya Raja Louis cuba kembali menyerang Tunisia .

Namun , dendamnya itu  berakhir dengan kematian baginya . Pasukan Muslim dibawah kekuasaan Dinasti Mamluk dengan peledak dan senjatanya kembali mengucar-kacirkan tentera Salib . Sejarawan Inggeris , Steven Runciman dalam bukunya A History of the Crusades mengatakan bahawa peledak digunakan secara besar - besaran pada 1291 M  pada akhir Perang Salib .

Semenjak itu , persenjataan tentera menggunakan peledak secara besar - besaran Pada tahun 1453 M , Sultan Muhammad II Al - Fatih dari Turki juga mampu menakluk kekebalan Konstantinopel dengan peledak dan meriam raksasa . Dalam empat risalah berbahasa Arab disebutkan pada perang Ayn Jalut di Palestin pada tahun 1260 M antara tentera Islam sudah menggunakan meriam kecil yang boleh dijinjing semasa bertempur melawan Mongol .

Meriam dan peledak digunakan dalam perang di abad pertengahan untuk menakutkan kuda - kuda dan pasukan pejalan kaki musuh . Selain menggunakan ubat bedil untuk persenjataan , pada era itu juga digunakan untuk membuat mercun . Dinasti Mamluk dalam perayaan - perayaan di abad ke - 14 M , dilaporkan biasa memaparkan tarikan mercun . Istilah mercun sudah disebutkan dalam harraqat al - naft atau harraqat al - Barud .

Seorang peneroka asal Perancis bernama Bertrandon de la Brocquiere terkejut melihat pertunjukan bunga api ketika tiba di Beirut pada tahun 1432 M. Pada masa itu , penduduk Beirut tengah bersuka cita merayakan hari Aidilfitri . Brocquiere mengaku baru pertama kali melihat pertunjukan mercun . Pada era tersebut bangsa Perancis belum mengenal dan melihat mercun .
Pada waktu itulah , Brocquiere kemudian cuba mempelajari formula dan resepi rahsia pembuatan mercun . Lalu beliau membawa formula - formula yang diperolehinya ke Perancis . Sementara itu , untuk pertama kalinya mercun dikenali di Inggeris pada tahun 1486 M ketika Henry VII berkahwin . Sejak era kekuasaan Ratu Elizabeth I , mercun dan bunga api  mula popular .

Sejak abad ke - 13 M , peradaban Islam sudah mampu menyusun formula dan komposisi peledak serta bahan lain yang digunakan untuk membuat pelbagai jenis bahan letupan . Peradaban Barat lalu meniru dan menggunakan teknologi yang dimiliki dan dikuasai umat Islam di era keemasan tersebut .

Meskipun berhutang kepada tamadun Islam , pencapain sangat tinggi yang diraih umat Islam dalam teknologi pembuatan peledak dan meriam kerap kali dihilangkan para sejarawan Barat . Sejarah Barat selalu menyebutkan sejarah peledak dari China kemudian ke Barat , tanpa menyebut pencapaian di dunia Islam.

Hasan Al - Rammah :Pencipta roket.

Hasan Al - Rammah memang sungguh luar biasa . Pengetahuannya tentang serbuk peledak sungguh sangat mengagumkan .  . Dalam bukunya berjudul Al - Furusiyyah wa Al - Manasib Al - Harbiyyah , saintis Muslim kelahiran Syria itu berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resipi penggunaan ubat bedil .

Sebanyak 22 resipi peledak yang disusunnya khusus digunakan untuk roket . Menurut Al - Rammah , komposisi bahan untuk melancarkan sebuah roket terdiri dari 75 peratus potasium nitrat , 9,06 peratus sulfur dan 15,94 peratus karbon . Perhitungan yang dilakukan Al - rammah pada abad ke - 13 M itu sudah mampu mendekati komposisi yang sesuai , yakni 75 peratus potasium nitrat , 10 peratus sulfur , dan 15 peratus karbon .

baki formula atau komposisi racikan mesiu lain yang dibuat Al - Rammah untuk kepentingan tentera dan selebihnya untuk membuat mercun . Ia menulis buku yang penting  itu antara tahun 1270 M hingga 1280 M. buku tersebut secara khusus ditulis atas permintaan seorang guru yang terkenal bernama Najm al - Din Hasan Al - Rammah .
Para sejarawan berpendapat , begitu banyaknya jumlah formula penggunaan ubat bedil untuk pelbagai jenis persenjataan menunjukkan bahawa Al - rammah tidak menemuinya seorang diri . Dalam lembaran pertama bukunya , Al - Rammah menyebut pengetahuan yang ditulisnya sebagai warisan pengetahuan . Boleh jadi semua pengetahuannya itu menurun dari pihak datuk .

       pada akhir abad ke - 12 M atau awal abad ke - 13 M serbuk peledak sudah dikenali di Syria dan Mesir . Pencapaian Al - Rammah itu mendapat pengiktirafan dari peradaban Barat . Johnson berkata , dunia Islam merupakan peradaban yang pertama kali kali mengembangkan senjata yang sesungguhnya . Ia juga mampu menjelaskan saltpetre melalui proses kimia dan kristalisasi .

Al - Rammah juga tercatat sebagai seorang jurutera Muslim pertama yang mencetuskan dan menjelaskan tentang torpedo pada 1270 M. dalam bukunya , ia juga menggambarkan sebuah torpedo meluru dengan sebuah sistem roket yang diisi dengan bahan letupan dan mempunyai tiga titik api.Al - Rammah  bukanlah ilmuwan muslim pertama yang mengenali potasium nitrat . Jurutera Muslim sebelumnya seperti Al - Razi , Al - Hamdani , dan risalah berbahasa Arab - Syria pada abad ke - 10 M itu sudah menjelaskan tentang potasium nitrat dan formula - formula tentang peledak . Ibnu Al - Baitar juga telah mendedahkan tentang potasium nitrat pada tahun 1240 M.

Peradaban Barat mendakwa bahawa Roger Bacon sebagai orang pertama yang menemui peledak . Namun ternyata , penemuan Bacon yang dibangga - banggakan Barat itu merupakan hasil tiruan dari buku - buku kimia yang berasal dari Arab . Tidak pelik , jika para sejarawan meragukan kebenaran dan keberkesanan formula yang dihasilkan Bacon .
Saintis Jerman , Albert Magnus juga menguasai peledak dari ' Liber Ignium ' . Ternyata buku itu berasal dari terjemahan dari kitab bahasa Arab ke bahasa Sepanyol . ( -SejarahIslam/Fam/Dz )

No comments:

Post a Comment